” social networking “

Sekarang sudah jamannya komputerisasi, dari aki2 ampe anak kecil sudah menggunakan internet, Internet sendiri bila di gunakan dg positif akan bisa membantu kita dlm mendapatkan informasi yang di butuhkan, tapi begitu juga sebaliknya bila di gunakan dengan negative tidak menutup kemungkinan bisa merugikan banyak orang.

Tidak sedikit  orang yg mendapatkan keuntungan dr internet, internet bisa membantu kita menemukan apa yg kita inginkan, seperti letak suatu kantor atau jalan  serta ilmu2 yang kita tidak tahu. Serta  tidak sedikit pula yang tertipu dg internet seperti penipuan, perampokan, bahkan pembunuhan iiihh sereemm….  :(   Dan yang lagi booming saat ini adalah social networking atau jejaring social.

Yaa namanya aja jejaring sosial, semua orang yang didalamnya berhak mengeluarkan pendapatnya, ada yang berdakwah ada yang di dakwahin, ada yang mengkritik ada yang di kritik, ada yang menyindir ada pula yang disindir ada yang menghibur ada juga yang dihibur, ada yang disinggung adapula yang tersinggung, ada yang becanda adapula yang serius….dll.

Tp yang jelas,  jejaring sosial ini adalah alat berkomunikasi atau bersilaturahmi tanpa jasad….sehingga mau tidak mau, sengaja tidak sengaja pasti ada status atau komentar setiap pemakainya yang   ingin dibaca oleh teman2 nya bukan ??? Dengan status saya, anda dan yg lainnya….pasti yang membacanya ada yang lega, legowo,terhibur, sakit hati, bahagia, marah, tersinggung dll…

Penulis pribadi juga memohon maaf  apabila dlm postingannya byk yg menyinggung perasaan temen2 yg saya kenal. Bagi saya sih ga ada niat untuk menyindir… menyinggung…atau membalas tulisan teman2…tapi… saya hanya kadang curcol sesuatu keadaan yg saya alami, dan teman2 ga tahu kan apa saja yg terjadi di kehidupan  diri saya… Itu pulalah yang menyadarkan saya agar ” Salamatul ingsan billifdzillisan ” artinya ” selamatnya seseorang terletak di ucapannya… dalam hal ini ucapan adalah tulisan, status, dan komentar dalam Jejaring sosial.

Ini merupakan resiko dari cara komunikasi zaman sekarang …jadi yaa…???? intinya setiap pilihan pasti ada resikonya, ada baik buruknya….

sebelum dan sesudahnya saya mohon maaf, karena jika tulisan ini baik dan diterima semata-mata datangnya dari Allah sebaliknya jika tulisan ini buruk pasti dan sangat pasti datangnya dari saya…

semoga yang membaca ga kesel ya… terima kasih dah mampir di blog ini…

Oh ya tulisan ini sebenarnya dibuat pada tahun 2008, saat saya memulai bikin blog… tapi entah knp saya cuma menyimpannya di komputerku… baru skg aq taruh di blogku.

Terima kasih banyak…  :)

Pengalaman Membuat Paspor

Cuma mau sharing aja barangkali tulisan ini bisa bermanfaat bagi orang yang membutuhkan.

Berawal karena kepindahan kerja suami ke luar negeri jadi saya merasa harus membuat sebuah paspor, hanya untuk jaga2 barangkali tiba2 suami menginginkan saya ikut bersamanya. Ini juga atas usulan suami, seandainya ga jadi tinggal bersama di negara orang, minimal bisa buat nengokin suami (jalan2) di  sana :)

Dalam mengurus Paspor  diperlukan  3 kali kunjungan ke kantor imigrasi.

Hari pertama

Setelah searching Mr Google dan Wikimapia, akhirnya diketahui di mana letak kantor imigrasi yang di daerah Jakarta Timur, maka kami langsung meluncur ke TKP. Kami berangkat memang agak siang jadi sudah bisa ditebak tidak ada tempat lagi untuk parkir mobil di halaman kantor,  bahkan parkir diluar kantorpun dapatnya lumayan jauh…

Setelah masuk ke dalam kantor imigrasi, langkah pertama yang harus di lakukan adalah menuju loket pengambilan map kuning yg didalamnya ada formulir yang telah bermaterai. Per satu mapnya seharga  Rp.12.000; untuk anak2 dibawah 17 tahun,  mintalah surat pernyataan yg telah disediakan disitu. Lalu isilah formulir yang telah di dapat dengan baik dan benar. Salah satu isian formulir itu hrs menulis tgl lahir kedua orang tua… untuk yang ini saya telp dulu ke mamahku karena saya ga tahu tahunnya mamaku dan bapakku lahir hehehehe…. (maluu….  :”> ). Kemudian siapkan semua berkas2  diantaranya adalah sbb :

  1. Fotocopy Ijazah terakhir
  2. Fotocopy Akte Kelahiran
  3. Fotocopy Akte Nikah Bagi yang sudah menikah ( ini di FC pada selembar kertas A4 jangan dipotong kecil sesuai bentuk aslinya tetapi dijadikan satu lembar )
  4. Fotocopy KTP (ini juga di FC pada selembar kertas A4, jangan dipotong kecil sesuai bentuk aslinya)
  5. Fotocopy Kartu Keluarga

Setelah selesai mengisi formulir yang di map kuning, kami langsung menuju lantai 2 untuk mengambil nomor antrian di meja kecil yang dijaga petugas. Sebelum memberikan nomor antrian, petugas akan memeriksa kelengkapan dan kebenaran berkas.

Nama yang tercetak pada semua berkas/persyaratan tersebut harus sama, dalam arti tidak ada satu huruf pun yang beda. Contohnya: Di ijazah tertulis “ AHMAD” lalu di akte lahir tertulis “ACHMAD” berarti itu berbeda satu huruf… Ini akan bermasalah jika diverifikasi oleh petugas atau saat diwawancara.

Bila keterangan di KTP nya bekerja tapi saat mengisi formulirnya  ibu rumah tangga itu akan bermasalah. Karena bagi yang statusnya bekerja harus disertai surat rekomendasi perusahaan.

Bila dulunya pernah bekerja (misalnya di KTP masih tertulis pekerjaan: Karyawan) tetapi sekarang sudah berhenti bekerja (biasanya ini ibu2) harus disertakan surat pengunduran diri / resign / PHK  atau surat pernyataan/keterangan dari perusahaan terakhir bekerja.

Jika berkas dan persyaratan dirasa sudah lengkap dan benar oleh petugas, maka nomor antrian loket penyerahan berkas akan diberikan.

Setelah lama menunggu giliran sesuai nomor antrian, akhirnya giliran kami tiba juga untuk penyerahan berkas. Di bagian penyerahan berkas ini petugas juga akan meneliti lebih mendalam berkas yang ada. Kebetulan tidak ada masalah pada berkas kami. Berkas dan map akan di cap dan petugas memberikan tanda terima untuk kembali lagi setelah 3 hari kerja untuk foto dan wawancara.

Hari Kedua

Kali ini saya berangkat sendiri, setelah mengantar kakak Silmy ke sekolah tepat jam 6.00 pagi saya langsung meluncur ke kantor imigrasi untuk sesi foto dan wawancara.

Sesampainya disana  saya melihat waktu masih menunjukkan jam 6.30 WIB, setelah memakirkan kendaraan saya bergumam dalam hati (hmmm kepagian nih masih sepi.. tapi kok ada beberapa motor dan mobil yah ?? sepagi inikah pegawainya datang?? ) Lalu saya perlahan berjalan menuju pintu masuk, rencananya mau nunggu depan pintu ajalah… setelah sampai … apa yang kulihat wooww….. antriannya panjang boo…. Padahal pintu dibuka pukul 8 pagi tepat, tp ini jam setengah tujuh aja  udah antriannya panjang bgt… buru2 aq lari ikut antri juga… semakin siang semakin panjang pula antriannya….. (maklum Jakarta gitu lohh…. Orangnya buanyaaakkk buangeettt  :D ) .

Tepat jam 8 akhirnya pintu pun dibuka, semua pada berebut untuk masuk, saat dilantai 2 ada garis pembatas yang sebelah kiri untuk ambil nomor antrian foto dan wawancara dan yang sebelah kanan untuk ambil antrian penyerahan berkas. (tapi setelah siang dah ga dipakai lagi garis pembatasnya ).

Setelah nomor antrianku di panggil, aq langsung menuju loket  7 untuk membayar biaya Paspor sebesar Rp.255.000; lalu mendapat nomor antrian foto dan wawancara di loket 8. Sebelum foto ada insiden kecil yaitu tertukarnya nomor antrianku dg seseorang karena kesalahan petugas loket pembayaran. Tetapi atas kesepakatan bersama, masalah bisa diselesaikan.

Saatnya fotopun tiba.  Sebelum difoto ngaca dulu ahh… benerin jilbabnya ama bedakan dikit hehehehe… (ibu2 yang centil :D ). Setelah foto selesai saya pun disuruh melakukan scanning sidik jari.

Laah… yang sidik jari ini nih, aq  agak lama krn jari2-ku lama ke detect-nya…iiiihhhh ngeri juga yah… saya manusia bukan sih..??? seyeeemmmm….. Jariku lama ke-detect-nya karena berkeringat, jadi bagi anda yang tangannya suka keluar keringat maka diusahakan membawa bekal saputangan atau tissue atau apalah … yang penting harus selalu di keringkan biar mudah waktu scanning sidik jari…

Setelah foto dan sidik jari lalu sesi terakhir wawancara, oh ya aq sampe lufa… hari kedua ini jangan lupa  bawa semua berkas2  yang aslinya seperti  Ijazah asli, surat nikah asli, akte kelahiran asli, KTP dan KK asli serta memakai sepatu dan jangan sampai pakai sandal jepit yaa…

Saat wawancara kita di minta menunjukkan berkas2 yang asli yang td disebut diatas lalu dicocokkan lagi ama yang fotocopy-nya  oleh petugas wawancara.

Hari Ketiga

Setelah 4 hari kerja berlalu aq pun memacu kendaraan ke kantor Imigrasi untuk mengambil Paspor. Pagi2 saya berangkat ..takut ngantri lagi… sesampainya disana, bener deh… udah ada 10 orangan yang telah mengantri padahal loketnya belum buka… sepertinya bukan Jakarta deh klo ga ngantri… iya ga ???.

Setelah beberapa saat menunggu, akhirnya namaku pun dipanggil. Setelah tanda tangan dan menulis nama, aq pun mendapatkan paspor yang ditunggu-tunggu :D …  Aq pikir udah boleh langsung pulang…eeee …tapi ini belum berakhir… saya disuruh mem-fotocopy paspor halaman depan dan belakang, lalu diserahkan lagi pada petugas loket. Hhhmmmm…. Kira2 utk apa yah ??? emangnya kantor Imigrasi ga punya arsipnya?? Kayanya ga mungkin deh… atau… biar laku aja tukang fotocopy nya ?? secara gitu loh…mesin fotocopynya punya kantor imigrasi….(hhmmm elus2 dagu….)

Begitulah cerita saya saat membikin Paspor… bisa jadi pembaca mungkin memiliki pengalaman yang berbeda bila pernah membuat Paspor.

Terima kasih dah mampir ke tulisan ini….. :)

Sebuah Buku….

Sabtu yang cerah kulangkahkan kakiku untuk melakukan rutinitas sehari-hari yaitu sedikit berbagi ilmu pada yg belum mengetahui…beberapa anak2 kecil beragama Islam ditengah2 ratusan anak2 yang beragama selain Islam… Sepulang dr aktifitas itu saya dan suami memenuhi janji pada anak2 kami untuk mengajaknya berjalan2 yaaa… hanya sekedar cari jajan, padahal deket rumah kami juga banyak mini market, cuma kita cari yang agak jauh sekalian lihat yg lain2nya…

Setelah mengantar anak2 plg ke rumah kami lalu melanjutkan perjalanan ke Airlangga dan Toko Buku Gramedia mencari beberapa barang yg penting yg harus kami beli, Saat kami di Toko Buku Gramedia kamipun langsung melihat2 buku2 (maksudnya suami) suami asyiik sekali menikmati setiap buku2 yang beliau baca, sedang aq lagi malas membaca jadi yaa…cuma nempel aja ama suami menemaninya…

Semua barang yg dicari sudah dapat akhirnya kamipun memutuskan untuk menyudahi penelusuran kami dr setiap susunan rak buku yg satu ke  susunan rak buku buku yang lainnya yg ada di toko buku itu….

Saat kami berjalan menuju kasir..  tiba-tiba mataku tertuju pada judul dari sebuah buku yang sangat menarik, ku hentikan langkahku dan ku ambil buku itu dan mulai membacanya…. lembar demi lembar kumulai berselancar pada tulisan ini, kadang senyum sendiri, kadang tertawa sendiri kadang pula mengerutkan dahi… itulah ekspresiku saat membaca buku itu.

Melihat aq asyik sama buku yg ku baca akhirnya suamiku meninggalkanku dan beliau mulai asyik juga dengan beberapa buku2 di toko itu, sampai bolak balik beberapa kali  suami mendatangiku aq msh asyiik membaca buku itu, sampai2 suami bilang “udah beli aja bukunya” aq menjawab.. ‘gak, ngapain beli buku ini ga begitu bermanfaat’

Sampai akhirnya aq membaca sampai 3 judul, satu judul ya terdiri dari 4 lembbar ada yang lebih, total aq membacanya sekitar 15 lembaran…. Saat setelah membaca buku itu aq berpikir…. ???? kisah2 yg didalam buku itu emang sedikit banyak mirip dgku, knp tidak aq bikin buku aja ya lalu belajar jadi seorang penulis, karena aq memiliki segudang kisah nyata yg aq yakin jarang sekali orang mengalaminya….Cuma yang jadi pertanyaannya … Apakah bakal di ijinkan oleh suami atau tidak?????

Akhirnya aq hanya menulis kisah yang ga penting ini di blog, yaa… hanya untuk mengingatkanku saja bahwa aq pernah mengalami kejadian yang bagi aq menarik, yaitu malas baca buku tapi bisa tertarik dg satu buku yang bersampul hitam….dan ternyata isinya kisah2 penulisnya yang sedikit mirip2 dengan kisah hidupku….

Semoga yang membaca ga BT ya…. :)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.