PERJALANAN DAN PETUALANGANKU KE DAN DI BALI

Sejak menikah dengan suami 8 tahun yang lalu kami tidak pernah terpisah jauh, ibarat kata ada semut ada gula maka kiasan itu cocok untukku dan suami karena dimana ada aku pasti ada suamiku . Jika kami berpisah paling-paling 2-3 hari saja kami berjauhan itupun karena suami dapat tugas kantor ke surabaya. Walaupun suami suka mondar mandir jakarta – surabaya dan cuma hanya 3 hari  tapi tetap aku tak bisa jauh dari suami sebaliknya juga demikian suami gak PD jika gak ada aku…..^_^ dan jika kita berjauhan rasa rindu itu selalu menyelimuti tubuhku dan enggan pergi dari diriku  ( ciee….romantis ni yeee :* ) padahal komunikasi kami tak terputus baik lewat telp, messenger ato sms tapi tetap tak bisa mengobati rindu yang telah menggunung dalam diri ini…:D. Rasa ini memang senantiasa kami jaga agar rumah tangga kami selalu sakinah mawaddah warrohmah untuk selamanya sampai maut memisahkan kami tentunya dengan mendapat ridha Allah swt amiin….🙂

2 Desember 2007 suamiku berangkat ke bali seorang diri …… sebuah keputusan yang berat yang harus kami ambil setelah merenunginya selama 1 bulan lamanya dan berdasarkan pertimbangan – pertimbangan lainnya. Mungkin ini adalah salah satu “milestone” besar dalam kehidupan kami. Banyak hal yang harus dikorbankan demi hal yang lebih baik…  mudah-mudahan.

Setelah dua bulan sudah kami dipisahkan oleh laut, atas ijin suami dan rasa rindu ini aku pun berangkat untuk menemui suamiku di tempat perantauannya pulau seribu pura.

4 Pebruari 2008 inilah awal perjuanganku menuju kekasih hatiku ( setelah Allah dan rosulku ) dengan meninggalkan ketiga buah hatiku kupaksakan untuk memesan tiket di salah satu airline , pemberangkatan sudah di tentukan. Hari Jumat yang ditunggu tiba, saat aku lagi mengemasi pakaian dan peralatan yg dibutuhkan terdengar berita dari TV bahwa cuaca yang terjadi di jakarta sangat buruk karena hujan sudah 2 hari tak kunjung reda dan terjadi kemacetan seluruh jakarta, tidak bisa ku sembunyikan aq sedikit kekhawatir dan berdoa agar hujan cepat reda. Teernyata doaku di dengar oleh Allah benar pukul 3 sore hujan tak lagi membasahi rumah dan jalanan aq pun cepat berkemas, setelah shalat ashar aq mencari taxi yg biasa nongkrong di komplek perumahanku tapi pada saat itu tidak ada satupun yang kelihatan, mau telp tp ga punya no telp perusahaan taxi,  akhirnya kuputuskan naik ojek menuju jalan besar sambil barang kali ada taxi lewat. tapi apa yang terjadi baru keluar komplek sudah terlihat antrian kendaraan berjajar panjang. Akhirnya ku temukan taxi yang kosong sayangnya taxi ga mau mengantarku sampai bandara karena macet dan ada berita tol km berapa …?? tidak bisa dilewati oleh kendaraan roda empat alias mobil bahkan bis pun harus bis yang besar, tapi aq belum yakin maka perjalananpun tetap kulakukan dengan menggunakan angkot menuju terminal rawamangun.

Ternyata benar angkot pun juga ga berani melanjutkan trayeknya karena depan pabrik United Tractors terendam air yg menggendangi bahu jalan saat itu aq seperti naik perahu bukan naik angkot…:D  semua org turun dari angkot dan jalan kaki untuk melanjutkan perjalanan mereka masing2 termasuk aq, tapi untungnya masih ada tukang ojek yang mau antar aq ke terminal rawamangun walau dengan ongkos yang tidak semestinya, ga apalah yang penting aq bisa nyampe bandara pikirku.

Pukul 5 sore aq nyampe di terminal rawamangun banyak taxi tapi lagi2 mereka ga mau antar aq dengan alasan yg sama aq pun mulai agak lebih gelisah dan khawatir melihat jam sudah menunjukkan pukul 6 sore dan tidak ada tanda2 bis Damri yang  jurusan bandara nongol, walaupun banyak orang bilang bahwa tol bandara tidak bisa dilewati tetap aq masih berharap pada bis damri logikanya kalo bis kan bisa menerjang banjir ternyata….sangkaanku salah info yg aq dapat semua kendaraan tertahan antara yg mau keluar bandara ato yg baru mau masuk bandara.

Dalam kebingungan aq telp Mba Nani (kakak kandungku) yg kebetulan meminjam  mobilku, kusuruh ia menjemputku walaupun dia juga terjebak macet dan banjir. Untungnya ga lama aq menunggu mba nani cuma 15 menit, kusampaikan kegelisahanku dan mbaku juga ikut sedih knp aq ga minta diantar dia, kami berdua sempat terdiam dan memikirkan apakah perjalanan ini akan diteruskan ato di batalkan mengingat tiketnya sudah hangus, lama merenung akhirnya kuputuskan tetap meneruskan perjalanan (dlm pikirku udah terlanjur basah ya sekalian mandi ajah…hehehehe ga nyambung ya..???) akhirnya kita berdua menghubungi teman mba nani bernama bli made ( kebetulan dia orang bali mualaf yang bekerja di Jakarta ) agar mau menolong kita mengantarkanku ke bandara karena perjalanan dilakukan pada malam hari , tentunya butuh seorang laki2 takut ada apa2 mengingat di Jakarta rawan sekali kejahatan.

Akhirnya ku beli tiket lagi dari salah satu airline yang sekarang sudah tutup, Tiket barupun sudah di tangan dan jadwal penerbangan jam 8 pagi hari sabtu, mengingat pada waktu itu jakarta di kelilingi banjir maka setelah makan malam jam 10.00 wib kami berangkat meluncur bandara, selama perjalanan menuju tol dari masjid Istiqlal terasa lengang tetapi saat masuk tol baru sekitar 1 kilo jalan dalam tol sudah macet inilah langkah kedua yang harus aq alami untuk tetap bersabar mengingat mobil tak bergerak sama sekali sekalinya bergerak maju cuma sedikit itupun persetengah jam sekali bahkan ada yang sampai 2 jam mobil baru jalan merambat, tak pernah berhenti mataku selalu melihat jam di HP dan selalu sms-an dengan suami, suamipun di pulau dewata penuh khawatir mendengar keadaanku.

Satu HP ku sudah mulai lowbatt sedangkan jam baru menunjukkan pukul 3 dini hari tapi aq masih di dalam mobil yang ga jalan2… dalam sepanjang perjalananku aq berdoa pada Allah agar aq dimudahkan dalam perjalanan ini, dan ternyata doaku dikabulkan, dalam antrean macet tiba2 aq melihat disamping mobilku ada sebuah bis yang bertuliskan ” Bis Dinas Bea Cukai Sukarno-Hatta ” tanpa berpikir panjang bli made keluar dari mobil dan menghampiri supir bis itu, aq ga tau apa yang dibicarakannya  dan kemudian bli  made kembali ke mobil dan menanyakan apakah aq mau ikut bis itu yang pasti tujuan ke bandara? bli made lakukan itu karena kasihan kepadaku yang berjuang ingin bertemu suami di pulau kelahirannya, akhirnya ku anggukkan kepala tand a setuju walau sempat khawatir karena di dalam bis yang gelap semuanya laki2 walaupun cuma 6 orang aja, aq sempat meminta mba nani dan bli untuk tetap menemaniku sampai di tempat yang tidak bisa dilewati mobil. Walaupun dalam bis aq selalu melihat apakah mobilku disamping bis yang aq tumpangi, maklum aq satu2nya perempuan dalam bis itu, tapi kata bli dalam smsnya mengatakan aq dalam posisi yang aman karena bis itu bis karyawan pemerintah jadi kecil kemungkinan akan bertindak kejahatan.

Entah km berapa kami pun berpisah karena byk kendaraan yang tidak berani meneruskan perjalanan, setengah jam kemudian saat itu jam menunjukkan pukul 07.00 wib samar2 terlihat pemandangan 2 mobil mewah terendam oleh air banjir tapi bis bisa menerjang banjir dan terlihat pula perahu boat yang sedang membawa orang2, sayangnya HP ku lowbatt jadi ga bisa menggunakan kamera untuk mendokumenkan kejadian yang aq alami.

Dari tol bis keluar ke arah daan mogot karena tidak bisa lewat tol lagi untuk menuju bandara, bis pun lewat arah belakang bandara, singkatnya pada saat melihat beberapa pesawat yang lagi parkir hatiku sudah bahagia banget karena akhirnya aq nyampe juga di bandara tapi saat melihat jam yang menunjukkan pukul 08.30 wib hatiku kembali sedih karena tiketku hangus lagi…:((

Saat sebelum turun dari bis, ku ucapkan banyak terima kasih pada para pegawai bea cukai dan sopir serta tak lupa aq menyalami sedikit uang tanda terima kasihku pada kondekturnya yang telah mau menerima tumpangan buatku…Sampai bandara kulihat lautan manusia tidak bisa pulang karena buruknya cuaca dan aq langsung menuju salah satu air line berharap tiketku bisa di ganti tanpa harus membeli lagi, baru nyampe pintu terlihat banyak orang yang complain mereka senasib denganku yang terlambat di akibatkan cuaca ato kaadaan saat itu, Tapi apa tanggapan air line tersebut bahwa tidak menerima alasan apapun atas keterlambatan penumpang sekalipun cuaca dan banjir yang melanda jakarta pada waktu itu. Merasa tidak mendapat keadilan banyak dari penumpang yang marah-marah tak tanggung2 beberapa penumpang membanting kursi, memukul meja memaki2 dan lain sebagainya. Dengan terpaksa ku beli tiket lagi di airline yang sama dengan harga yang sama pula untungnya… ( mungkin kasihan melihat penampilanku yang semrawut mata terlihat lelah karena tidak tidur, tidak sholat subuh serta terakhir mandi hari jumat sore pada saat awal perjalanan ) bau kali ya…hehehehe…..:)

Lega bercampur bahagia lagi2 ku ucap syukur atas pertolongan Allah, setelah cek in aq langsung menuju kamar mandi sedikit berbenah karena mau bertemu suami tercinta, malu dunk nanti pas ketemu suami aq kebauan walaupun ga mandi tapi kan dandan dan semprot parfum kanan kiri biar segarrrr…..:D Aq perkirakan jam 10.00 wita nyampe bali ternyata pesawatnya delay……. !!!!!!! yang harusnya take off jam 10 .00 wib ini baru berangkat jam 1 siang ….. Aduuuhh nasibnya aq, sempat aq mikir ” kok rasanya susah sekali bertemu suami tercinta…:”(

Singkat cerita jam 2 siang waktu bali aq pun bertemu dengan suamiku yang tlah menungguku saat aq mengabari sudah dalam pesawat yang mau tinggal landas… kamipun melepas rinduu yang tak terbendung rasanya indaaahh banget seindah namaku….hehehehe……pokoknya indaahh banget saat aq memadu kasih dengan suami dengan semua persiapan dan kejutan2 dari suami untukku mungkin inilah hikmah dari perjuanganku menuju pulau seribu pura…..

Ya Allah terima kasih masih Engkau beri kesempatan hamba menemani perjuangan suami di pulau orang……Jagalah kami berdua agar tidak terpisah sampai Engkau ya Allah memanggil salah satu dari kami….Walaupun dalam do’aku berharap bisa hidup panjang sampai kakek nenek……Amiin ya Robbal alamiin…

Terima kasih telah mau membaca kisahku…..tunggu kisah berikutnya yaa……

2 responses to this post.

  1. Posted by bei on Juni 16, 2010 at 12:52

    kisah2 masa kecil donk!

    Balas

  2. Posted by bei on Juni 16, 2010 at 12:53

    kisah masa kecilnya mana? kan aku bisa masuk ke dalam cerita itu, siapa tahu bisa jadi bahan skrip sinetron

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: