JALAN-JALAN KE BEDUGUL DAN SEKITARNYA


Pada kesempatan ini saya akan bercerita tentang pengalaman jalan-jalan ke Bedugul bersama keluarga. Jam 07.20 wita perjalanan dimulai setelah semua perbekalan telah siap dan sudah dimasukkan ke dalam mobil. Jalan-jalan ini dalam rangka mengisi hari libur sekolah anak-anak. Tak lupa kami isi bensin 33,33 liter..?? (padahal tinggal bilang 150 ribu aja.. hehe..😀 ).

Setelah menempuh perjalanan +1 jam lebih sampailah ke tempat tujuan, hembusan angin yang dinginpun datang menyambut. Setelah parkir, kami menuju loket untuk membeli karcis masuk ke obyek wisata danau Beratan Bedugul seharga Rp 7500 / org dewasa dan Rp 5000 / anak2.

Selanjutnya kami menikmati danau sambil berfoto-foto, sedang anak2 main ayunan, panjat2an, lari-larian… Sayangnya baterai kamera digital cepat habis, jadi sebagian besar foto-foto di sini diambil menggunakan kamera HP. Seandainya lupa ga bawa kamera ada jasa pemotretan langsung jadi dengan harga berkisar antara 10 ribu – 15 ribu, tergantung pintar2 kita menawarnya…

Enjot2-an Taman Danau Beratan Bedugul Taman Bunga Beratan

Saat jam menunjukkan pukul 10.00 wita kamipun membuka perbekalan yang dibawa.. sarapan.. ya, karena berangkatnya pagi2 dan belum sempat sarapan. Menikmatinya sambil melihat anak2 bermain dengan hamparan tikar dan udara yang dingin disertai perut yang keroncongan.… mmm nikmat sekali rasanya…😀

Salah satu kegiatan yang unik di danau beratan adalah memancing. Pertama-tama saya perhatikan kira2 apa yang di pancing ?? Tak satu ikanpun tampak ekornya di tepi danau itu. Karena si sulung merengek terus ya akhirnya jadi juga deh mancing. Satu alat pancing dengan umpannya seharga 5 ribu sepuasnya, setelah lama menunggu akhirnya dapat juga 2 ekor ikan, tapi kecil2 bgt, sebesar ibu jari hehehe…. sayangnya sang ikan belum sempat di foto dah di mangsa ama kucing di rumah…😦

Jam 11.00 wita .. Setelah puas makan dan bermain serta foto2 kami memutuskan untuk pulang tapi ternyata Abi mengajak untuk melihat 2 danau yang lain di sekitar Bedugul yaitu danau Buyan dan danau Tamblingan. Kami cuma bisa melihat kedua danau tsb dari pinggir jalan dan berfoto saja. Kalau dilihat di peta memang danaunya ada di pinggir jalan, tapi setelah ke lokasi ternyata memang benar di pinggir jalan, cuma harus terjun bebas dulu untuk sampai ke sana alias masuk jurang terjal. Kedua danau tersebut terlihat belum terjamah oleh manusia.

Setelah melihat kedua danau tersebut kami melanjutkan perjalanan menuju pantai Lovina di daerah Singaraja yang terkenal dengan lompatan ikan lumba2 di laut lepas. Untuk dapat melihat lumba2 harus naik kapal/ perahu ke tengah laut. Untuk naik perahu tawaran pertamanya 60 ribu / orang tapi masih bisa ditawar, tawarlah 20 % dari harga dulu seandainya ga bisa boleh 50 % dari harga pertama. Setelah dipikir-pikir, anak2 kami sudah beberapa kali melihat lumba2 di Ancol Jakarta, gak jadi deh hehehe…(padahal maknya lagi ga punya duit…:D ). Kami hanya menikmati pemandangan pantainya saja.

Pantai Lovina sendiri menurutku ga begitu bagus masih bagusan pantai Kuta,  untuk masuknya ga bayar cuma kena parkir mobil aja 3 ribu doang (lebih mahal dari pantai Sanur dan Kuta).

Salah satu hal yang agak berbeda di pantai Lovina adalah adanya pedagang2 perhiasan mutiara. Katanya pusat pengrajin / penghasil mutiara tersebut terletak sekitar 30 Km ke arah Barat dari Lovina. Setelah melihat2 akhirnya tertarik juga untuk menawarnya. Buka harga 60 ribu akhirnya bisa ditawar sampai 15 ribu untuk sebuah kalung dengan liontin  mutiara.

Setelah puas bermain di pantai Lovina kamipun memutuskan untuk pulang tapi sebelum pulang kami mampir ke air tejun kembar Git-Git (katanya…) padahal ga ada kembarannya tuh…L tiketnya 3 ribu / org dewasa sedang anak2 dikenakan 2 ribu dan parkirnya 5 ribu. Dalam perjalanan ini saya kena musibah kesleo karena tanah yang ga rata ada lobang yang diinjak dengan keras coz jalannya menurun dan saya lengah tidak memperhatikan jalan di depanku rasanya sakiit bagt dan harus berjalan tertatih2.

Dalam perjalanan pulang ke arah Denpasar, kami mampir di pasar bedugul untuk membeli sayuran, strawbery, kerupuk, jagung rebus, kapulaga, cabe kering dan 2 ekor kelinci seharga 50 ribu dg kandangnya…. ya karena sudah janji sama si Kakak sejak berangkat. Belakangan si Kakak udah bosan sama kelincinya malah Emaknya yang ngurusin…🙂

Sebelum melanjutkan perjalanan pulang, karena sudah menjelang Ashar, kami mampir dulu ke Masjid Al-Hidayah. Untuk menuju ke Masjid ini harus melewati puluhan anak tangga. Disaat kaki sedang sakit, terasa benar perjuangannya untuk sampai ke Masjid. Alhamdulillah sampai juga ke masjid dengan bantuan Abi. Saat itu masjid sedang dalam renovasi.

Karena letaknya yang relatif tinggi terhadap jalan raya, ternyata dari halaman masjid dapat dilihat pemandangan danau yang indah…

Setelah shalat maka perjalanan pulang pun dilanjutkan dan Alhamdulillah sampai di Denpasar sebelum maghrib.

Begitulah pengalaman tamasya keluarga kami di musim liburan ini….tunggu cerita selanjutnya ya…🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: