Pengalaman Membuat Paspor

Cuma mau sharing aja barangkali tulisan ini bisa bermanfaat bagi orang yang membutuhkan.

Berawal karena kepindahan kerja suami ke luar negeri jadi saya merasa harus membuat sebuah paspor, hanya untuk jaga2 barangkali tiba2 suami menginginkan saya ikut bersamanya. Ini juga atas usulan suami, seandainya ga jadi tinggal bersama di negara orang, minimal bisa buat nengokin suami (jalan2) di  sana🙂

Dalam mengurus Paspor  diperlukan  3 kali kunjungan ke kantor imigrasi.

Hari pertama

Setelah searching Mr Google dan Wikimapia, akhirnya diketahui di mana letak kantor imigrasi yang di daerah Jakarta Timur, maka kami langsung meluncur ke TKP. Kami berangkat memang agak siang jadi sudah bisa ditebak tidak ada tempat lagi untuk parkir mobil di halaman kantor,  bahkan parkir diluar kantorpun dapatnya lumayan jauh…

Setelah masuk ke dalam kantor imigrasi, langkah pertama yang harus di lakukan adalah menuju loket pengambilan map kuning yg didalamnya ada formulir yang telah bermaterai. Per satu mapnya seharga  Rp.12.000; untuk anak2 dibawah 17 tahun,  mintalah surat pernyataan yg telah disediakan disitu. Lalu isilah formulir yang telah di dapat dengan baik dan benar. Salah satu isian formulir itu hrs menulis tgl lahir kedua orang tua… untuk yang ini saya telp dulu ke mamahku karena saya ga tahu tahunnya mamaku dan bapakku lahir hehehehe…. (maluu….  :”> ). Kemudian siapkan semua berkas2  diantaranya adalah sbb :

  1. Fotocopy Ijazah terakhir
  2. Fotocopy Akte Kelahiran
  3. Fotocopy Akte Nikah Bagi yang sudah menikah ( ini di FC pada selembar kertas A4 jangan dipotong kecil sesuai bentuk aslinya tetapi dijadikan satu lembar )
  4. Fotocopy KTP (ini juga di FC pada selembar kertas A4, jangan dipotong kecil sesuai bentuk aslinya)
  5. Fotocopy Kartu Keluarga

Setelah selesai mengisi formulir yang di map kuning, kami langsung menuju lantai 2 untuk mengambil nomor antrian di meja kecil yang dijaga petugas. Sebelum memberikan nomor antrian, petugas akan memeriksa kelengkapan dan kebenaran berkas.

Nama yang tercetak pada semua berkas/persyaratan tersebut harus sama, dalam arti tidak ada satu huruf pun yang beda. Contohnya: Di ijazah tertulis “ AHMAD” lalu di akte lahir tertulis “ACHMAD” berarti itu berbeda satu huruf… Ini akan bermasalah jika diverifikasi oleh petugas atau saat diwawancara.

Bila keterangan di KTP nya bekerja tapi saat mengisi formulirnya  ibu rumah tangga itu akan bermasalah. Karena bagi yang statusnya bekerja harus disertai surat rekomendasi perusahaan.

Bila dulunya pernah bekerja (misalnya di KTP masih tertulis pekerjaan: Karyawan) tetapi sekarang sudah berhenti bekerja (biasanya ini ibu2) harus disertakan surat pengunduran diri / resign / PHK  atau surat pernyataan/keterangan dari perusahaan terakhir bekerja.

Jika berkas dan persyaratan dirasa sudah lengkap dan benar oleh petugas, maka nomor antrian loket penyerahan berkas akan diberikan.

Setelah lama menunggu giliran sesuai nomor antrian, akhirnya giliran kami tiba juga untuk penyerahan berkas. Di bagian penyerahan berkas ini petugas juga akan meneliti lebih mendalam berkas yang ada. Kebetulan tidak ada masalah pada berkas kami. Berkas dan map akan di cap dan petugas memberikan tanda terima untuk kembali lagi setelah 3 hari kerja untuk foto dan wawancara.

Hari Kedua

Kali ini saya berangkat sendiri, setelah mengantar kakak Silmy ke sekolah tepat jam 6.00 pagi saya langsung meluncur ke kantor imigrasi untuk sesi foto dan wawancara.

Sesampainya disana  saya melihat waktu masih menunjukkan jam 6.30 WIB, setelah memakirkan kendaraan saya bergumam dalam hati (hmmm kepagian nih masih sepi.. tapi kok ada beberapa motor dan mobil yah ?? sepagi inikah pegawainya datang?? ) Lalu saya perlahan berjalan menuju pintu masuk, rencananya mau nunggu depan pintu ajalah… setelah sampai … apa yang kulihat wooww….. antriannya panjang boo…. Padahal pintu dibuka pukul 8 pagi tepat, tp ini jam setengah tujuh aja  udah antriannya panjang bgt… buru2 aq lari ikut antri juga… semakin siang semakin panjang pula antriannya….. (maklum Jakarta gitu lohh…. Orangnya buanyaaakkk buangeettt  :D ) .

Tepat jam 8 akhirnya pintu pun dibuka, semua pada berebut untuk masuk, saat dilantai 2 ada garis pembatas yang sebelah kiri untuk ambil nomor antrian foto dan wawancara dan yang sebelah kanan untuk ambil antrian penyerahan berkas. (tapi setelah siang dah ga dipakai lagi garis pembatasnya ).

Setelah nomor antrianku di panggil, aq langsung menuju loket  7 untuk membayar biaya Paspor sebesar Rp.255.000; lalu mendapat nomor antrian foto dan wawancara di loket 8. Sebelum foto ada insiden kecil yaitu tertukarnya nomor antrianku dg seseorang karena kesalahan petugas loket pembayaran. Tetapi atas kesepakatan bersama, masalah bisa diselesaikan.

Saatnya fotopun tiba.  Sebelum difoto ngaca dulu ahh… benerin jilbabnya ama bedakan dikit hehehehe… (ibu2 yang centil😀 ). Setelah foto selesai saya pun disuruh melakukan scanning sidik jari.

Laah… yang sidik jari ini nih, aq  agak lama krn jari2-ku lama ke detect-nya…iiiihhhh ngeri juga yah… saya manusia bukan sih..??? seyeeemmmm….. Jariku lama ke-detect-nya karena berkeringat, jadi bagi anda yang tangannya suka keluar keringat maka diusahakan membawa bekal saputangan atau tissue atau apalah … yang penting harus selalu di keringkan biar mudah waktu scanning sidik jari…

Setelah foto dan sidik jari lalu sesi terakhir wawancara, oh ya aq sampe lufa… hari kedua ini jangan lupa  bawa semua berkas2  yang aslinya seperti  Ijazah asli, surat nikah asli, akte kelahiran asli, KTP dan KK asli serta memakai sepatu dan jangan sampai pakai sandal jepit yaa…

Saat wawancara kita di minta menunjukkan berkas2 yang asli yang td disebut diatas lalu dicocokkan lagi ama yang fotocopy-nya  oleh petugas wawancara.

Hari Ketiga

Setelah 4 hari kerja berlalu aq pun memacu kendaraan ke kantor Imigrasi untuk mengambil Paspor. Pagi2 saya berangkat ..takut ngantri lagi… sesampainya disana, bener deh… udah ada 10 orangan yang telah mengantri padahal loketnya belum buka… sepertinya bukan Jakarta deh klo ga ngantri… iya ga ???.

Setelah beberapa saat menunggu, akhirnya namaku pun dipanggil. Setelah tanda tangan dan menulis nama, aq pun mendapatkan paspor yang ditunggu-tunggu😀 …  Aq pikir udah boleh langsung pulang…eeee …tapi ini belum berakhir… saya disuruh mem-fotocopy paspor halaman depan dan belakang, lalu diserahkan lagi pada petugas loket. Hhhmmmm…. Kira2 utk apa yah ??? emangnya kantor Imigrasi ga punya arsipnya?? Kayanya ga mungkin deh… atau… biar laku aja tukang fotocopy nya ?? secara gitu loh…mesin fotocopynya punya kantor imigrasi….(hhmmm elus2 dagu….)

Begitulah cerita saya saat membikin Paspor… bisa jadi pembaca mungkin memiliki pengalaman yang berbeda bila pernah membuat Paspor.

Terima kasih dah mampir ke tulisan ini…..🙂

4 responses to this post.

  1. tulisan kamu kok bagus-bagus sih ? jadi *ngiri*

    link back ya ?😉 http://terlampau.wordpress.com

    Balas

  2. Indah, kebetulan nih lagi on the process jadi bikin Paspor; tadinya kurius banget apa yang sedang terjadi di Kantor Imigrasi kalau setiap hari selalu ramai … ternyata ya, banyak orang Indonesia yang hobby keluar negeri, jadi banyak banget yang bikin paspor. Aku sudah melampaui hari ke2 hadir disana; bayar Rp 255.000 buat buku, foto dan wawancara. Hari ke3 datang lagi buat ambil paspornya, bakal antri lagi pastinya ya … dan ooh, ternyata paspor baru itu kudu difotokopi dulu ya, sebelum pulang … nanti mau sempatin tanya aah, buat apa sih … hehe, arsip kali …just in case, kalau paspor kita hilang, masih ada fotocopynya buat bikin baru *positive thinking* …

    Senang baca tulisan kamu, communicative in friendly manner … salam kenal

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: